Friday, September 30, 2005

Marhaban Ya Ramadhan

Image hosted by Photobucket.com
Allah berfirman (yang artinya): “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur" [Al-Baqarah : 185]

Buat seluruh teman-teman dimanapun berada yang menjalankan ibadah puasa, kami sekeluarga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan kita kembali mendapatkan fitrahnya.

ps : Ramadhan ini, Lily mau mencoba ikutan berpuasa. Ibu bilang sih, puasanya setengah hari aja sampai pukul 11.00, atau sampai Lily merasa kelaparan :))

Hanya Satu Menit

Suatu waktu Ibu lagi chatting sama temennya dari Dunia Ibu (Alifia), trus asyik ngobrol, Tante Alif kasih tahu ada buku bagus buat ibu-ibu. Nama bukunya : The One Minute Mother,
Cara Tercepat Membantu Anak-Anak Anda Belajar Menyukai Diri Mereka Dan Berkelakuan Baik. Situkang ceritanya Spencer Johnson, M.D, yang nerbitin ELEX MEDIA KOMPUTINDO Harganya : Rp 25.800,00

Image hosted by Photobucket.comKira-kira isi bukunya gini :
Sinopsis Surat untuk Para Ibu:
Anda pasti tahu dari pengalaman Anda bahwa untuk menjadi Ibu yang baik butuh waktu lebih dari satu menit. Namun demikian, ada berbagai cara untuk berkomunikasi dengan anak-anak Anda-meski hanya satu menit-yang akan membantu mereka belajar dengan cepat menyukai diri sendiri dan berkelakukan baik.

Tekniknya sangat sederhana, sehingga Anda sulit mempercayai keberhasilannya. Namun demikian, Anda mungkin ingin melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang tua lain secara sukses-tunda dulu penilaian Anda tentang tiga metode komunikasi yang akan Anda baca, sampai Anda benar-benar menggunakannya di rumah setidaknya selama satu bulan. Baru kemudian mulailah diri Anda sendiri. Perhatikan perubahan perilaku anak-anak Anda. Tanyakan seberapa besar rasa menyukai diri mereka.

Dengan Tujuan Satu Menit, anak diharapkan menuliskan tujuan apa yang dia mau capai, ga usah jangka panjang, jangka pendek aja. Tulisan itu ditempel/diletakkan di tempat yang mudah untuk dia membaca setiap hari. Sehingga terbentuk dalam pikirannya tujuan dia, dan dia termotivasi untuk mencapainya.

Terus Pujian Satu Menit. Pujilah anak2 kita bila kita melihatnya melakukan hal yang benar, dengan tulus. Misalnya dengan ucapan dan memeluk dia. Dgn begitu dia akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Misalnya kl dibagi rapot, terus ada beberapa nilai yang bagus dan ada nilai yang kurang. Pujilah nilai dia yang bagus itu, "lupakan" nilai jeleknya. Dari sana diharapkan dia akan melihat, betapa appreciatenya kita thd beberapa nilai bagus yg dia miliki. Dan semestinya dia jg (akan) berpikir, kalo beberpa nilai bagus aja orangtuanya appreciate, apalagi kalo semua nilai dia bagus.

Dan itu akan mendorong dia utk memiliki nilai yg bagus jg di mata pelajaran yang laen. Anak2 tidak luput dari salah, termasuk kita juga. Jika dia melakukan kesalahan, ajak dia ke suatu tempat, jadi tidak di depan orang lain, agar harga dirinya tidak jatuh. Tegur atau beritahukan dia betapa kecewa/kesalnya kita thd apa yang kita lakukan. Tapi setelah itu kita peluk mereka. Dan beritahukan mereka, bahwa yang kita kecewakan/kesalkan itu adalah perbuatan mereka bukan diri mereka sendiri. Katakan bahwa kita sayang mereka. Sehingga harga diri mereka, juga kepercayaan diri mereka tidak akan hilang.

Bagus nih buat dipraktekin :))

ps : cerita ini sebenarnya udah mo diposting sejak lama, tapi karena internetnya dudul, akhirnya cuma disave as draf aja :D

Friday, September 16, 2005

Anggun, Raihlah Cita-cita Setinggi Bintang di Langit

"In, bisa wawancara dengan pasien di Rumah Sakit Carolus yang dibantu Peduli Kasih Indosiar ?, tanya Pak Bambang Slamet, pengurus PK, suatu hari. "Nama pasiennya Anggun Lestari, asal dari Lampung, orang tuanya buruh, dia baru baru dioperasi," lanjut Pak Bambang. Saat itu belum terbayang apa-apa, karena yang terpikir adalah operasi jantung, seperti yang selama ini kebanyakan dibantu PK.

Image hosted by Photobucket.comDi Rumah Sakit Carolus, akhirnya Ibu bertemu dengan Anggun Lestari bersama orang tua. Sempat kaget tapi berusaha tidak memperlihatkan karena ternyata Anggun bukan pasien operasi jantung. Anggun ternyata menderita penyakit Klippel-Trenaunay Syndrome (KT), yang menyerang kaki sebelah kirinya sehingga terpaksa harus diamputasi untuk kesehatan dan perkembangan tubuhnya.

Saat menemui Anggun Lestari di Rumah Sakit Carolus, tak ada kata-kata yang mampu terucap kecuali rasa pedih akan penderitaannya. Apalagi, melihat Anggun yang tampak ceria dan tersenyum jika ditanya. Bocah yang hanya bisa berbicara dalam bahasa Jawa tersebut, hanya menjawab, aku wis mari (aku sudah sembuh), saat ditanya bagaimana kabarnya.

Kenapa Anggun harus kehilangan kaki kirinya ? Menurut Ibundanya, Sri Rahayu, waktu dilahirkan kaki Anggun sebelah kiri sudah besar sebelah. "Ibu bidan yang membantu saya melahirkan, melarang saya melihat Anggun. Katanya takut saya shock. Begitu saya lihat ternyata kakinya mulai dari paha sampai telapak kaki kiri, lebih besar dari kaki kanan. Tetapi, saya anggap ini semua merupakan hadiah dari Allah," ucap Sri Rahayu.

Semakin besar Anggun, kaki kirinya pun semakin membesar. Sehingga kalau Anggun berdiri, kaki kiri Anggun terlihat sebesar paha orang dewasa. Namun menurut orang tuanya, Anggun tidak pernah mengeluh. Ia tetap tumbuh seperti anak lainnya, bermain sepeda dengan cara kaki kanan untuk mengayuh, yang kiri terpaksa ditarik. Ia suka menonton Dora dan Sponge Bob, seperti balita lainnya.

Selain membesar, di kaki Anggun juga terdapat Begitupun dengan bercak-bercak besar yang terdapat di paha dan kaki Anggun. "Di bercak-bercak tersebut, diujungnya timbul seperti benjolan yang kalau tergesek kain keluar darah. Tapi yang membuat kami haru dan sedih, meski keluar darah Anggun tidak pernah nangis dan mengeluh," jelas ayahanda Anggun, Wajiyanto.

Menurut dr Elizabeth Yohmi SpA, yang terlibat dalam tim operasi terhadap Anggun. Bocah kecil tersebut menderita Klippel-Trenaunay Syndrome (KT), yaitu kumpulan penyakit yang terdiri dari hemamium yang membesar, kelainan pembuluh darah dan kelainan pada tungkai. "Karena itulah, tindakan operasi sangat diperlukan untuk proses penyembuhan," jelas dr Yohmi. Dijelaskan juga oleh dr Yohmi, penderita penyakit KTS ini sangat jarang sekali.

"Perbandingannya itu tidak ada. Bisa dikatakan dari 100 anak, hanya sekitar 0,1 yang menderita penyakit ini. Referensi yang saya temukan saja cuma satu mengenai penyakit ini. Penyakit ini merupakan sindrome karena merupakan kumpulan-kumpulan penyakit. Kalau dikatakan kurang gizi pada saat ibu mengandung, tidak bisa juga karena dari literaturnya disebutkan tidak ada penyebab yang pasti atas penyakit ini", lanjut dr Yohmi.

Selain mengoperasi kaki Anggun, dokter juga terpaksa mengamputasi dua jari tangan kanan Anggun karena juga membesar dan dideteksi menderita KTS. Setelah dioperasi berat badannya yang dulu 19 kilogram, kini hanya 11 kilogram. Berarti berat kakinya yang diamputasi seberat 8 kilogram. Pantas saja, ayah Anggun bercerita sebelum dioperasi, menggendong Anggun seperti menggendong dua orang. Yang mana tangan yang satu untuk mengendong Anggun, satunya lagi menggendong kaki.

16 September 2005, Anggun Lestari, putri dari pasangan Wiyanto dan Sri Rahayu, tepat berusia 5 tahun. Anggun memang tampak senang karena terbebas dari rasa sakit yang dideritanya. Apalagi setelah operasi ini, Anggun ingin bersekolah seperti anak-anak lainnya. Dengan kursi roda, Anggun menjalani hari-harinya dan meraih cita-citanya ingin menjadi penyanyi. Selamat ulang tahun Anggun, raihlah cita-citamu setinggi bintang di langit.