Showing posts with label Cerita Lily. Show all posts
Showing posts with label Cerita Lily. Show all posts

Sunday, May 18, 2008

Sakit Panas

Hari Rabu aku sakit habis suaranya dan batuk.

Hari Rabu malam aku sakit tambahan yaitu sakit panas.

Aku sudah banyak makan dan minum vitamim setiap hari 1 kali saja vitamin nya adalah kamul vit B-12.

Aku sudah meminunya setiap hari tetapi sayang hanya sekali minumnya.

Hari Jumat malah semakin parah untung saja hari Sabtu sudah reda sedikit.

Asyik…..hari Minggunya sudah redaan sedikit sih…..

Thursday, May 15, 2008

Libur UAN

Hari Selasa aku mulai libur UAN kakak kelas enam.

Baru masuk lagi tanggal 23 mei liburnya lama sekali.

Kata Ina aku mau kerumah ompung nanti saja kalau ina dan ama ada waktu nganterin aku dan kayla kerumah ompung karena pekerjaan ina lagi banyak.

Jadi aku main aja sama kayla dan kak nur dirumah baca buku nonton film dan mengaji.

Wednesday, April 16, 2008

(Cerita Lily) Raport Mid Semester


Hari sabtu, 13 April 2008 kemarin, Mbak Lily terima raport bayangan tengah semester dan hasil ujian kompetensi. Alhamdulillah, raport bayangan dan hasil ujian kompetensi Mbak Lily, lumayan baik, cuma....ada cumanya ini... nilai ujian PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) ngak banget deh, alias paling jelek dari 15 pelajaran.

Nilai PKN Mbak Lily, 55...he...he.. Dan ketika ditanya Mbak Lily bilang "Aku bingung, aku lupa, kalau berdemokrasi itu musyawarah. Aku ngak ngerti yang namanya mufakat. Aku cuma tahu masyarakat Indonesia terkenal kerja baktinya."

Huuh...antara mangkel dan pengen ketawa mendengar jawaban Lily, Inanya yang baik hati dan tidak sombong ini menerima dengan tulus ikhlas pembelaan Mbak Lily soal nilai jeleknya. Pas lihat soal-soal ujiannya, memang ada pertanyaan tentang cara berdemokrasi, bermufakat dan kerja bakti. Dan nyaris semua jawaban Mbak Lily tentang kerja bakti, betul semua, kecuali demokrasi dan mufakat.

Tapi ada yang nilai bagus sekali lho, 100. Nilai bagus itu untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Ngak heranlah, lihat saja cara bicaranya Mbak Lily, bahasanya baku he....he. Oh ya, nilai itu juga mencakup pelajaran mengarang dan berpuisi yah. Jadi bisa ditebak dong, Lily seperti siapa :D

Serius nih, mungkin yang belum pernah ketemu sama Mbak Lily pasti pada bilang, ih omongannya seperti anak gede. Tapi memang begitulah Lily. Ibunya saja yang tiap hari ketemu dan mendengar omongannya sering terheran-heran dan takjub. Apa karena Lily anak sulung yah, jadi tampak lebih dewasa ?

Monday, January 07, 2008

Tante - Om Baru :)

Setiap mbok'e ketemuan dengan teman-teman baru, dimana Mbak Lily ikut urun serta, pasti berakhir dengan pertanyaan : Itu siapa namanya, tinggalnya dimana, kerjanya apa, anaknya berapa, dan sebagainya. Nyaris seperti tukang sensus penduduk.
Photobucket
(Om Rahendz, yang pakai kaos biru, dan Pakdheno --- ini foto dari Blog Tante Unai)

Mbak Lily memang seperti itu, detail. Cerita apa-apa pasti dimulai dengan kata-kata : Gini loh Na ceritanya....kan aku.... :)) Pokoknya ceritanya mendetail banget, sampai-sampai ortunya yang ngedengarin terpaksa pura-pura serius (karena kalau tau kita ngak dengarin doi bisa marah bo').

Nah, waktu kopdaran dengan para blogger Yogya kemarin, pertanyaan seperti diatas kembali diluncurkan Mbak Lily :

"Tante Unai, punya blog juga ? Anaknya cuma satu yah Na ? Ih Na, Tante Unai kameranya bagus, Ina kok ngak punya ?

"Tante Isma temen blog Ina juga ? Anaknya Tante Isma siapa namanya, Na ? Kok anaknya ngak dibawa, kan biar main sama aku dan adek ? Tante Isma sering baca tulisanku juga Na ?
Photobucket
(Tante Isma yang pake kerudung coklat)


"Om yang dua itu siapa aja namanya ? Yang kurus yang rambutnya panjang ? Yang pakai baju hitam ? Kuliahnya di UGM ? Kok ngak di UGM, kan nanti bisa kenalan sama Om Yan ? Teman Ina, temenku juga kan ?

Photobucket
(Tante Unai lagi nyari hotspot gratisan)

Dan jawabannya ? Ngak boleh pendek, harus bentuk essay panjang :))
Selain itu, dimana pun dan kapan pun, Lily pasti siap sedia untuk berfoto ria. Ngak pake malu :))

Sunday, December 02, 2007

Ujian Kopentensi

Hari Sabtu kemarin aku ujian kopentensi. soalnya susah-susah tetapi akhirnya aku bisa juga jawabnya padahal aku gak belajar karna aku memikir.
tetapi kalau ujiannya dapat 10 aku barjanji akan membuat cerita pasti ina bahagia deh judulnya inaku bundaku kalau amaku ayahku karna inaku sudah merawatku dan amaku sudah mencari nafkah untuk keluargaku.
tetapi apa iya ina kalu aku bikin cerita ina pasti bahagia. kata aku sih ina pasti bahagia kalu ama si pastinya karna sudah malam sampai disini dulu ya

Friday, November 30, 2007

Lily on the Blog :)

Sekarang ini Mbak Lily lagi senang menulis. Entah itu menulis pelajaran...he...he.., nulis ulang cerita dari buku bacaannya, atau nulis hasil coretannya sendiri.
Tadinya dia nulis di buku tulis atau buku agendanya, tapi karena ngeliat emak'e yang sering ketak ketik di komputer, dia pun minta ngetik juga.
Kebetulan ada laptop si Ama, Lily pun beraksi mengetik kalau Ina lagi ngetik.
Trus kepikiran aja, kenapa hasil tulisannya ngak dimasukin ke blog, biar tersimpan dengan rapi :) dan ternyata anaknya seneng waktu dikasih tau tulisannya bakal dimasukin ke blog.
Akhirnya dibikinin deh email atas nama Mbak Lily di Gmail.com trus diajarin gimana caranya nulis di blog dan tersebutlah dibawah hasil ketikan Mbak Lily. Kayaknya sih sekarang lagi seneng nulis, seperti kemarin udah minta ngeblog aja. Cuma karena internet dirumah lagi dodol, ngak bisa ngeblog deh :(
Susah-susah gampang sih ngajarin anak ngeblog. Susahnya kalau dia ketagihan....he...he...
Gampang, karena jaman sekarang kan anak-anak SD sudah belajar komputer, jadi ngak perlu bersusah payah ngajarin bagaimana membuka dan menutup PC.

Monday, November 26, 2007

Ngak Perlu Upacara


Sabtu, 25 Nopember 2007, Mbak Lily dan saya terlibat pembicaraan pendek.

"Mbak Lily tau ngak, hari ini kan Hari Guru. Di sekolah ada upacara ngak ?" tanya saya sambil merapihkan pianika yang akan dibawanya ke sekolah. (Tiap sabtu, disekolah Lily ada ekstra kurikuler drumb band, senam, dan pencak silat. Ngak ada pelajaran formal)

"Ngak dikasih tahu kalau upacara. Hari Guru itu kita harus hormat sama guru ? Kan tiap hari udah hormat."

"Yah ngak mesti upacara dan ngak saat ini aja menghormati guru. Tiap hari guru memang harus dihormati. Kan udah bimbing Mbak Lily di sekolah. Guru itu pengganti orang tua kalau di sekolah."

Saya pikir percakapan itu akan berakhir begitu saja. Ternyata sepulang dari ekstra kurikuler, Lily meneruskan topik guru itu.

"Na, aku udah tanya sama Bu Guru. Bu Guru aja lupa kalau hari ini Hari Guru," kata Mbak Lily.

"Gurunya udah bosen kali sama upacara," saya menjawab asal-asalan.

"Ngak Na," balas Lily. "Kata Bu Guru ngak perlu upacara. Yang penting murid-muridnya pinter dan ngak suka bolos kayak Wikrema."

Terlepas dari jujur atau tidak jawaban Bu Guru Lily, saya merasa salut bahwa di jaman sekarang ini, dimana banyak pendapat mengenai guru-guru sekarang, masih ada yang mengatakan tidak perlu penghargaan atas kerja kerasnya. Dan untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk Bapak/Ibu Guru, terutama yang masih menjunjung tinggi semangat diGugu dan ditiRu.

: gambar diambil disini

Tuesday, March 13, 2007

Braces


Dua minggu lebih ngak posting, lagi kram otak :)

Maklum masuk pagi, jadi segala-galanya serba terburu-buru. Termasuk buru-buru pulang.


Sekarang ini belum ada ide mau nulis apa. Ada sih sebenarnya, tentang bioskop Megaria yang mau dijual. Duh tuh bioskop banyak banget kenangannya. Secara pertama kali nonton bioskop dibawa Bapak ke Megaria, trus sewaktu sering liputan, bareng-bareng teman-teman liputan, plus waktu jaman-jamannya lagi seneng pacaran...he...he...


Tapi, setelah nulis sedikit mati ide, yah sud...disimpan dulu di draf. Sekarang mending nulis tentang kabarnya kak Lily aja, yang lagi punya permintaan aneh :)


Dua minggu yang lalu, untuk pertama kalinya, Lily kehilangan dua gigi depan dibagian bawah alias tanggal. Jadi sekarang ompong deh. Karena takut sama dokter gigi, Lily ngak mau giginya dicopot di dokter. Untungnya ngak bermasalah apa-apa dan sukses copot dua-duanya.


Sewaktu copot, menuruti nasehat Inanya, sewaktu kecil kalau gigi bawah copot, maka dilempar keatas dan satunya disimpan dibawah tempat tidur, Lily pun menuruti nasehat itu. "Memangnya kenapa Na, kok dilempar keatas," tanya Lily. "Biar cepet tumbuh," jawabku, ngak nyambung banget kan :)


"Trus satunya kenapa musti disimpen dibawah bantal," tanya Lily lagi.

"Biar kak Lily, bisa ketemu sama peri," jawabku, masih tetep ngak nyambung, yang penting pertanyaan terjawab.

"Jadi peri itu memang ada ?," tanya Lily keukeh.


Ibunya garuk-garuk kepala. Sambil dalam hati berkata : "Kenapa juga jawab seperti itu, kalau dapat pertanyaan baru."


"Ntar Ina tanya sama Ompung Guru, peri ada atau ngak," kataku mengakhiri pertanyaan.


Itu waktu giginya copot. Nah beberapa hari yang lalu, gara-gara lihat Dakota Fanning, pakai kawat gigi atau behel atau bahasa kerennya braces di majalah Bobo. Dengan entengnya Lily bilang :


"Na, aku mau pakai kawat gigi dong."

"Pakai behel......??!! Buat apa."

"Ya biar cantik."

*Ampun deh, pikir Ibunya.

"Pakai behel itu sakit nak, bukannya jadi cantik. Dulu waktu kecil Ina pernah pakai dan tau ngak rasanya ? Ngak bisa makan !," jelasku.


"Tapi ini Dakota, cantik kok pakai behel," kata Lily keukeh.

"Tapi kalau makan dia kesusahan," jawabku ngak kalah keukeh.

"Pokoknya aku mau pakai behel," ucap Lily keras kepala.

"Yah sudah, nanti kita tanya ke dokter gigi, boleh ngak seumur kamu pakai behel. Lagian kalau ompong mana bisa pakai behel."

"Yah udah, pakai gigi palsu aja deh.., biar ngak ompong."

HAH.... ibunya cuma bisa manggut-manggut.


Pusing deh. Setelah waktu itu minta miniset, sekarang Lily minta pake behel. Jaman ibunya kecil dulu, pakai behel aja musti kejar-kejaran dulu di rumah sakit, karena takutnya. Dunia ini cepat berubah yah.


Kalau dulu, ...halah, kenapa aku jadi seperti si Mama yah, yang kalau marah suka ngebanding-banding, jaman beliau dulu dengan jamanku, yang jelas-jelas jauh berbeda. Lebih baik, mikirin bagaimana cara meredam keinginan Lily. Btw, ada yang punya pengalaman pakai behel sekarang ngak ? kalau dulu kan harganya masih murah, dengar-dengar sekarang harganya bisa jutaan yah ?



Wednesday, February 14, 2007

ABG Tanggung Belajar Mandiri


Entah bosan diceramahi ibunya terus (yang semakin lama kok semakin seperti Ompung Guru yah...he...he...) tentang bagaimana saat waktu kecil sang ibu sudah bisa melakukan apa-apa sendiri, Lily sekarang mulai belajar mandiri.


Misalnya saja, buku pelajaran Lily yang tadinya dirapihkan Ibu sambil mulutnya tak henti-henti mengomel, sekarang sudah ditata sendiri sama Kak Lily sore hari setelah pulang dari les.

Begitu juga dengan baju seragam, pakaian dalam dan sepatu plus kaos kaki, sudah disiapkan sendiri sebelum tidur malam menjelang.


Makan juga sudah ngak disuapi lagi, meski masih tarik otot untuk menyuruhnya makan. Lily tuh susah banget disuruhnya makan. Katanya kalau kebanyakan makan, takut gemuk seperti Ibunya :( Jadi ingat celotehnya Naila yang ngak mau makan karena sudah gemuk. "Aku kan orang Jawa Na, jadi harus kurus. Kalau Ina orang Batak, gemuk-gemuk deh," katanya tanpa perasaan berdosa.


Semoga saja ini bisa berlanjut terus ngak seperti hujan, yang kadang-kadang turun dengan derasnya, kadang gerimis atau ngak hujan sama sekali (loh apa hubungannya yah...he...he..)

Ibunya sih senang betul melihat perubahan Lily, meski kadang kalau melihat Lily lagi merapihkan bajunya, terharu pengen mau membantu. (Ngak konsisten banget yah :D)


Cuma persoalannya, tas dan baju sekolah itu diletakkan di lemari kamar orang tuanya, dengan tanda itu berarti Lily ngak tidur di kamarnya sendiri, tapi bareng-bareng de' Kayla bersama orang tuanya, sehingga kita pun tidur ala ikan pepes, berdesak-desakan :)