Saturday, July 15, 2006

Minta Doggy

Gara-gara nonton film "Air Bud: Spikes Back" di televisi, Kak Lily minta dibeliin anjing.

Lily : Ayah, beliin aku anjing dong.

Ayah : Buat apa ? rumah kita kecil mana bisa pelihara anjing.

Lily : Nanti anjingnya aku ajarin jaga rumah, bersihin rumah, aku ajarin pergi ke
warung belanja, biar bukan aku yang disuruh Mbak Iyah. Kayak yang dipilem itu,
anjingnya bisa disuruh-suruh.

Ayah (ngomong ke Mbak Iyah)
: Memang film apa Mbak ?

Mbak Iyah : Itu anjing-anjing yang bisa main bola.

Ibu : Oh Airbud.

Mbak Iyah : Kan kita gak boleh piara anjing kak, berdosa.

Lily : Nanti kan aku ajarin sholat biar gak berdosa.

*Ayah dan Ibu, bengong gak bisa ngomong*

Mohon maaf buat yang tidak berkenan. Ini benar-benar omongan anak kecil, yang belum sepenuhnya mengerti tentang halal dan haram.

PS : gambar diambil dari sini

Thursday, July 13, 2006


Kayla, Temper Tantrum ?

Sudah seminggu ini de' Kayla suka ngambek. Kalau ngambek, pasti diiringi tangis yang kencang bikin orang satu rumah kaget plus berguling-guling di lantai. Kejadian yang paling seru dua hari yang lalu. Malam itu, de' Kayla lagi dipangku sama Ibu. Kak Lily datang minta dipangku juga. Gak boleh kakaknya ikutan bergabung, de' Kayla ngedorong si kakak. Gak terima, kak Lily balik ngedorong de' Kayla. Halus sih, cuma langsung bikin de' Kayla nangis. Berusaha mengatasi, Ibu akhirnya memangku keduanya. Bukan mengatasi masalah, tangis de' Kayla makin kenceng.

Melihat itu, Mbak Iyah berinisiatif mengambil de' Kayla dari pangkuan Ibu. Yang ada, de' Kayla meronta-ronta digendongan Mbak Iyah sambil menangis kencang. De' Kayla berusaha turun dari gendongan Mbak Iyah. Takut jatuh, Mbak Iyah pun menurunkan de' Kayla. Gak berhenti menangis, de' Kayla mengguling-gulingkan badannya di lantai. Ayah pun turun tangan, tapi gak berhasil. De' Kayla tetap menangis kencang sambil berguling di lantai.

Bujukan Ibu juga gak mempan. De' Kayla benar-benar marah. Tangisan de' Kayla rupanya kedengaran sampai keluar rumah. Tetangga pas samping rumah, yang kebetulan memang dekat sama Lily dan Kayla, yang biasa dipanggil Uwak, berusaha membujuk de' Kayla, tetap juga tanpa hasil.

Semua lelah ngebujuk de' Kayla. Akhirnya de' Kayla dibiarkan saja menangis sambil berguling-guling di lantai. Mungkin karena kecapean, pelan-pelan tangis de' Kayla mulai mengecil. Ibu pun kembali membujuk dan Alhamdulillah berhasil. Badan de' Kayla penuh dengan keringat dan mukanya basah dengan air mata. Duh, si kecil sudah bisa ngambek ternyata. Sambil dimimik-in ASI, badan de' Kayla dibersihin. Gak lama de' Kayla tertidur :)

Di usianya ke-19 bulan ini, kalau gak suka atau gak mau dengan sesuatu, de' Kayla suka nangis kencang dan berguling-guling di lantai. Awal berguling-guling di lantai, badannya langsung dijatuhin ke lantai. Untung waktu menjatuhkan badannya, lantai lagi dialasi sama kasur Palembang, kalau tidak gak kebayang deh kepalanya kejeduk lantai :(

Mungkin, saat itu de' Kayla merasakan sakit waktu menjatuhkan badannya ke lantai, karena sekarang ini kalau mau menggulingkan badannya, de' Kayla pasti duduk dulu di lantai, trus taroh badannya, baru deh guling-gulingan. Cerdas kan ?...he....he....

Yang dialami de' Kayla ini apa gejala temper tantrum yah ? Tapi kalau menilik dari artikel yang Ibu peroleh, ciri-ciri temper tantrum seperti 1) memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar tidak teratur, 2 ) Ssulit menyukai situasi, makanan dan orang-orang baru, 3). Lambat beradaptasi terhadap perubahan, 4). Moodnya (suasana hati) lebih sering negatif, 5). Mudah terprovokasi, gampang merasa marah/kesal, dan 6). Sulit dialihkan perhatiannya, sepertinya gak ada sama de' Kayla. Kata Ayahnya sih ini turunan, soalnya Ayahnya dulu begitu :D
Sharing donk buat yang pengalaman.

Tuesday, July 11, 2006


Kiriman dari Batam

Kamis, 5 Juli lalu, sepulang dari kantor, belum juga ibu dan ayahnya merebahkan badan di kursi, Kak Lily dengan antusias mengatakan ada hadiah dari Tiki. Setengah heran, ibu tanya sama kakak : "hadiah dari Tiki?" "Iya, dibungkus kertas coklat, trus ada tulisan Tikinya," kata Kak Lily sambil menyeret Ibu kekamar.

Dikamar, Kak Lily langsung nyodorin bungkusan warna coklat. Ternyata itu kiriman dari Syafrina Siregar di Batam. Memang sih ada tulisan Tikinya disamping nama Ibu, sebagai penerima, jadi itu yang dibaca Lily :)

"Oh ini kiriman dari Tante Nana," kata Ibu. "Tante Nana siapa Bu ?, tanya Kak Lily. "Tante Nana itu temen Ibu, penulis novel, yang tinggal di Batam. Ini pasti novel terbaru Tante Nana."

"Aku dah pernah ketemu Tante Nana bu ?, tanya Kak Lily lagi. Lily selalu begitu setiap Ibunya kasih tahu tentang teman-teman Ibu. Dia merasa apa sudah pernah ketemu atau belum supaya dia bisa mengingat wajahnya. "Belum. Kak Lily belum pernah ketemu, abis tiap tante Nana ke Jakarta, Ibu belum bisa ketemuan lagi sama Tante Nana."

Sepert biasa, Lily yang antusias membuka paket tersebut. "Buku Bu. M Y, two lopers (dengan bunyi bibir mendesiskan huruf s). Syaf..rina...Si..re...gar..." Lily memang belum terlalu bisa berbahasa Inggris jadi harap maklum kalau yang diingetnya cuma abjad dan angka.

Lily langsung lihat-lihat novelnya Tante Nana. Pas dibagian terakhir yang ada biodata, spontan Lily ngomong. "Wah Bu, Tante Nana cantik banget fotonya. Emang bisa foto ditaruh di buku ? Nanti aku dibikinin yah Bu. Aku mau kayak Tante Nana, punya buku yang ada fotonya."

Tanpa kasih kesempatan Ibunya untuk lihat-lihat novel itu, Lily asyik sendiri baca-baca biodata Tante Nana. Sesekali Lily tanya yang gak dia tahu, seperti Sastra USU, beasiswa, dan Blogfam. Atau pertanyaan yang bikin Ibunya suka surprise kalau pertanyaan itu yang luar perkiraan. Seperti waktu Ibu bilang, buku tante Nana itu buat orang dewasa, Lily ngomong : "Berarti harus disimpan yah Bu ? supaya nanti aku bisa baca..." He...he...

Buat Tante Nana, terima kasih yah kirimannya sudah sampai. Mohon maaf Ibu gak bisa langsung kirim sms, karena hapenya lagi error. Maklum hape tua :)
Bukunya bagus banget. Harlequin gitu lho :) Bukunya langsung dibaca sampai kelar hari itu juga, sampai diledekin sama si Ayah, besok mau ujian yah :D

Novel My Two Lovers, novel kedua Tante Nana. Novel pertamanya, Life Begins at Fatty, ibu punya dengan membeli sendiri :) dan karena novel pertama itu, Ibu dan Tante Nana, berkenalan dan menjalin pertemanan. Sukses yah Na, ditunggu novel ketiganya.